Mar 10 2017

Load Balance Server Appliance | Mitos atau Fakta ?

Published by at 3:30 am under Data Center,Networking,Teknologi

Load Balance Server Appliance bukan sekedar konsep, namun sudah terimplementasi dan running dalam tata kelola sumber daya TI. (kebetulan saja dapat amanah masuk dalam tim pengembang TIK di tempat kerja saya).

Metode pemanfaatan teknologi dengan load balance server memang sudah ada sejak lama sekali, namun khususon di tempat kerja saya ini baru dapat diterapkan dan berjalan kurang dari setahun. Karena masih minimnya resource perangkat yang ada karena kalau diterapkan semuanya dengan load balance harus lebih dari 1 kebutuhan resourcenya. Belum lagi backup pencadangan datanya….tambah lagi Disaster recoverynya….(ruwet kalo di turutin)

Bagi dunia kampus yang notabenenya sudah menerapkan TI untuk kegiatannya tentu sangat setuju bahwa tantangannya ada di “heavy data” dan “performance crisis”. Dimana pertumbuhan jumlah data entitas sivitas tidak pernah berkurang dan semakin bertambah banyak, dan terjadi ketimpangan antara percepatan perkembangan teknologi global di sisi end user dibandingkan dengan kesiapan infrastruktur/sarana yang dimiliki perguruan tinggi. Tak heran jika pada saat tertentu, kalau di lingkungan kampus biasanya pada saat registrasi/heregistrasi, entri KRS, Entri Nilai oleh dosen pengampu, dan validasi/persetujuan KRS oleh dosen PA mengalami “performance crisis” atau gampangnya server down/crowded (njepluk :bahasa jawanya).

Pada saat tersebut stakeholder terkait pasti gempar dan membahana seakan-akan dunia mau runtuh. Tapi wait penyebab server down/crowded tersebut bukan ujuk-ujuk terjadi begitu saja, pasti banyak faktor variabel X, variabel Y dan Eksponen Z yang dapat menyebabkannya. Mari kita kupas lebih mendalam dan longgar, selonggar singlet…hehe

  • Kebetulan pada tahun 20162 pada saat dimulainya prosesi musiman akademik registrasi dan KRS. Pada jadwal akademik tercantum 3 proses utama yaitu : heregistrasi, entri KRS, dan validasi KRS oleh dosen PA dilakukan secara serentak selama 4 hari. Sebenarnya di internal kami (baca: TIK) sudah menduga bahwa akan terjadi sesuatu…dan benar pada saat hari H tumplek bleg request access overload pada saat jam efektif. Terecord sebenarnya stuck pada sistem kurang dari 4 jam (betul-betul can not access). Di Luar jam padat dan hari libur longgar juga. Karena ada force majeur tersebut akhirnya ada kebijakan untuk penambahan sekitar 3 hari (untungnya pada saat tersebut tidak ada pemadaman lampu dari PLN, kalau iya waaw tambah ribet urusannya).
  • Suara-suara sumbang sudah pasti terjadi, dan sahut menyahut pastinya. Tapi aa…suudahlah toh kami sudah secara optimal dan sekuat tenaga mengatasi crowded tersebut, dan mengupayakan langkah teknis terbaik sesuai dengan kemampuan kami, tidak lupa kami mohon maaf atas tersendatnya layanan yang terjadi. Ditambah lagi akhir tahun 2016 kami dapat amunisi 1 server baru, tambah jadi momok ternyata hal tersebut | sudah dibeliin server baru masih macet juga..!! … yaah begitulah orang IT itu deritanya tiada akhir…eeiit daah…tapi wait memang benar ada amunisi server baru, dan per Januari 2017 kami pasang sebagai server database khusus SIM Terpadu, menggantikan yang sebelumnya tertanam di mesin virtual (apa itu virtual cek di google aja). Alhamdulillahnya ada server baru ini sehingga aplikasi yang lain tidak ikut stuck, layanan sirkulasi di perpustakaan aman, layanan sirkulasi tata persuratan di TU pusat aman.
  • Selanjutnya mari kita tengok lagi apa saja siih kerjaannya???sudah terimplementasi untuk handle SIM Terpadu termasuk bagi admin/operator akademik fakultas dan pusat, mahasiswa, dan dosen. Dari tim sudah mengimplementasikan Load Balance Server dengan metode “least connection” (karena “round robbin” sepertinya tidak cocok untuk server aplikasi yang kompleks, kalo hanya server website biasa mungkin lebih condong pake “round robbin” saja cukup), seperti skema berikut :

  • Sebetulnya seperti skema diatas beckend sistem yang sudah dikembangkan dengan metode load balance server untuk mengoptimalkan dan membagi beban kerja, berbagai tunning dan optimalisasi service juga telah diupayakan. Note : ekosistem sistem server adalah “both/mix” ada yang server virtual dan server fisik, dan mayoritas server virtual dengan shared resource dari server fisik. Berikut capture penggunaan resource dari Server Applience 1 s.d 3 :

  • sudah kami upayakan semampu kami dengan amunisi resource perangkat yang ada.

Sampai disini dulu kali ya….bingung mau nulis apa lagi….mungkin next kalo ada waktu nulis akan saya ulas lebih mendalam metode yang ada di load balance server….(sepengetahuan saya tapi ya….maklum bukan pakar)..Terima kasih

Comments Off on Load Balance Server Appliance | Mitos atau Fakta ?